Sakit lagi, sakit lagi. Jumlah sakit dalam daftar absensi dari anak Anda bertambah terus. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa anak dekat sekali jarak jadwal sakitmya. Tentu saja prestasinya, sedikit atau banyak, akan terganggu.
Begitu lah mungkin kegalauan para Ibu karena lemahnya daya tahan tubuh buah hatinya. Sebagian Ibu akan bertanya pada dokter, atau mencari informasi suplemen/vitamin kepada kenalan atau Mang Google, dan tidak sedikit yang menjadi korban iklan tv.
Mungkin kegalauan para Ibu ini akan menjadi kisah masa lalu. Sebuah hasil penelitian ilmiah dilaporkan dalam Global Journal of Biotechnology and Biochemistry tentang ekstrak daun afrika yang terbukti meningkatkan angka CD4+. CD4+ ini merupakan parameter yang digunakan dalam studi imunitas (daya tahan tubuh).
Daun afrika? Yah betul. Daun afrika yang gampang ditanam, seperti singkong, cukup tancep steknya, akan tumbuh dan tidak perlu diurus khusus itu? Betul, Bu! Sejak 5 tahun lalu, daun afrika telah mulai dikenal di Indonesia dan terus berkembang kisah hebatnya dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Seorang apoteker lulusan pendidikan profesi di ITB, Dra Kurniawati, Apt., menyatakan khasiat mengonsumsi daun afrika secara rutin sangat terasa. "Terutama pada lansia yang mengalami keluhan radang sendi, dalam seminggu mengonsumsi daun afrika, keluhan hilang atau reda," katanya. "Bahkan ada yang terpaksa sholat sambil duduk, karena sakit tak tertahankan pada lutut saat melakukan gerakan berdiri setelah sujud, dalam waktu singkat bisa kembali sholat normal," kata Ibu yang berhijab ini.
Apakah kesembuhan dari keluhan persendian ini karena efek anti radang sendi atau anti rasa sakit saja? Kurniawati, yang menyelesaikan studi farmasi S1 di Unpad ini, meyakini ada mekanisme lain yang terkait dengan sistem imun. "Ada banyak macam sakit sendi, harus dokter yang memastikan diagnosisnya. Yang mereka rasakan hanya gejalanya saja," katanya.
Untungnya mengonsumsi daun afrika akan memperoleh efek lengkap untuk satu gejala kompleks radang sendi ini, yaitu anti-inflamasi, pereda sakit, dan meningkatkan imunitas.
Aksi anti-inflamasi daun afrika telah dilaporkan dalam British Journal of Pharmacology and Toxicology terbitan 2013. International Journal of Advanced Pharmaceutical and Biological Sciences telah melaporkan hasil riset yang membuktikan potensi daun afrika sebagai analgesik (pereda rasa nyeri). Sedangkan efek imunitas daun afrika dilaporkan pada jurnal yang ditulis di awal tulisan.
Berikut ini grafik yang menunjukkan bukti aksi daun afrika pada sistem imun dengan parameter sel CD4+.
Begitu lah mungkin kegalauan para Ibu karena lemahnya daya tahan tubuh buah hatinya. Sebagian Ibu akan bertanya pada dokter, atau mencari informasi suplemen/vitamin kepada kenalan atau Mang Google, dan tidak sedikit yang menjadi korban iklan tv.
Mungkin kegalauan para Ibu ini akan menjadi kisah masa lalu. Sebuah hasil penelitian ilmiah dilaporkan dalam Global Journal of Biotechnology and Biochemistry tentang ekstrak daun afrika yang terbukti meningkatkan angka CD4+. CD4+ ini merupakan parameter yang digunakan dalam studi imunitas (daya tahan tubuh).
Daun afrika? Yah betul. Daun afrika yang gampang ditanam, seperti singkong, cukup tancep steknya, akan tumbuh dan tidak perlu diurus khusus itu? Betul, Bu! Sejak 5 tahun lalu, daun afrika telah mulai dikenal di Indonesia dan terus berkembang kisah hebatnya dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Seorang apoteker lulusan pendidikan profesi di ITB, Dra Kurniawati, Apt., menyatakan khasiat mengonsumsi daun afrika secara rutin sangat terasa. "Terutama pada lansia yang mengalami keluhan radang sendi, dalam seminggu mengonsumsi daun afrika, keluhan hilang atau reda," katanya. "Bahkan ada yang terpaksa sholat sambil duduk, karena sakit tak tertahankan pada lutut saat melakukan gerakan berdiri setelah sujud, dalam waktu singkat bisa kembali sholat normal," kata Ibu yang berhijab ini.
Apakah kesembuhan dari keluhan persendian ini karena efek anti radang sendi atau anti rasa sakit saja? Kurniawati, yang menyelesaikan studi farmasi S1 di Unpad ini, meyakini ada mekanisme lain yang terkait dengan sistem imun. "Ada banyak macam sakit sendi, harus dokter yang memastikan diagnosisnya. Yang mereka rasakan hanya gejalanya saja," katanya.
Untungnya mengonsumsi daun afrika akan memperoleh efek lengkap untuk satu gejala kompleks radang sendi ini, yaitu anti-inflamasi, pereda sakit, dan meningkatkan imunitas.
Aksi anti-inflamasi daun afrika telah dilaporkan dalam British Journal of Pharmacology and Toxicology terbitan 2013. International Journal of Advanced Pharmaceutical and Biological Sciences telah melaporkan hasil riset yang membuktikan potensi daun afrika sebagai analgesik (pereda rasa nyeri). Sedangkan efek imunitas daun afrika dilaporkan pada jurnal yang ditulis di awal tulisan.
Berikut ini grafik yang menunjukkan bukti aksi daun afrika pada sistem imun dengan parameter sel CD4+.
Para peneliti menyatakan bahwa ekstrak air dari daun afrika dengan dosis 200-800 mg/kg berat badan, dalam penggunaan selama 21 hari, meningkatkan jumlah sel CD4+ pada tikus percobaan. Karena itu, kata peneliti farmasi dari 2 perguruan tinggi di Nigeria ini, ekstrak air dari daun tumbuhan yang bernama ilmiah Vernonia amygdalina Del. ini dapat digunakan sebagai peningkat daya tahan tubuh (immune booster) pada kondisi kesehatan yang dikompromikan.
Dainsyah, S.Si
(dari berbagai sumber dan wawancara)
sedia foto2 profesional daun afrika
BalasHapusyg membutuhkan silakan kontak