Untuk mereka yang terobsesi memiliki kulit putih bersih, kini dapat memperoleh ramuan yang mengandung asam kojic. Zat ini bernama kojic acid (atau asam kojat), berasal dari hasil samping fermentasi beberapa jamur (fungi), terutama Aspergillus orizae atau biasa disebut koji di Jepang.
Pada 2006, R. Bentley telah menulis laporan pada suatu jurnal ilmiah dengan judul "From miso, sake and shoyu to cosmetics: a century of science for kojic acid". Ya, betul, dari aneka makanan Jepang berubah wujud menjadi kosmetika.
Jauh sebelumnya, adalah Teijiro Yabuta yang pada 1924 telah melaporkan penelitiannya pada Journal of the Chemical Society dengan judul "The constitution of kojic acid, a gamma-pyrone derivative formed by Aspergillus oryzae from carbohydrates".
Kojic acid atau 5-hydroxy-2-hydroxymethyl-4-pyrone, telah banyak digunakan sebagai bahan pemutih pada produk-produk kosmetik dengan konsentrasi penggunaan maksimum 1%. Asam kojic ternyata memiliki efek sebagai inhibitor kompetitif dan reversible pada oksidase polifenol baik pada tanaman maupun hewan, yaitu menghambat tirosinase, yang mengkatalisis perubahan tirosin menjadi melanin. Asam kojic menghambat melanosis dengan cara mengganggu pengambilan oksigen yang diperlukan untuk proses “pencoklatan’ (browning) secara enzimatik.
Metode spektrofotometri dan kromatografi menunjukkan bahwa asam kojic mampu mengurangi o-kuinon menjadi diphenols untuk mencegah terbentuknya hasil akhir yaitu pigmen melanin. Karena itulah ia banyak digunakan sebagai agen pencerah kulit dalam preparat kosmetik dan dermatologis lainnya.
Tidak itu saja, asam kojic juga memiliki sifat insektisida karena efek penghambatan pada tirosinase serta kemampuannya untuk berinteraksi dengan o-kuinon dari katekolamin, sehingga mencegah proses sclerotization.
Karena sifat penghambatannya pada berbagai oksidase, asam kojic juga telah digunakan secara komersial selama bertahun-tahun di Jepang sebagai bahan tambahan makanan, misalnya sayuran segar, kepiting, dan udang, untuk mempertahankan kesegaran sebagai antioksidan dan menghambat perubahan warna.
Selain itu, asam kojic juga digunakan sebagai pengawet, sebagai antioksidan untuk lemak dan minyak, dan agen pengatur pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan produksi, mempercepat pematangan, dan meningkatkan rasa manis. Asam kojic juga memiliki sifat antimikroba lemah dan aktif terhadap beberapa strain bakteri.
Apakah aman?
Sebagai agen pemutih kulit, asam kojic tidak bersifat karsinogenik. Jadi tidak seperti hidroquinon yang berpotensi menyebabkan penyakit kanker. Namun demikian beberapa orang yang kulitnya sensitif dilaporkan mengalami semacam dermatitis kontak, sejenis alergi kulit yang ditandai dengan gatal kemerahan, iritasi. Untuk itu, kadang dalam krim yang mengandung asam kojic, dapat juga ditambahkan bahan lain sebagai anti alergi yaitu kortikosteroid topikal.
Asam kojic ini menjadi semakin popular dan meningkat penggunaannya karena memiliki keamanan lebih baik dari pendahulunya yaitu hidroquinon. Bagi mereka yang sensitif terhadap asam kojic tentu perlu mempertimbangkan penggunaannya.
Produk asam kojic paling sering digunakan untuk penggunaan topical (kulit), dalam bentuk lotion, krim, atau serum. Dosis yang dianjurkan relatif kecil, dengan konsentrasi maksimum sebesar 1%. Namun untuk mengurangi kemungkinan efek samping, produk kosmetik pencerah kulit dapat menggunakan konsentrasi sekitar 0,2%.
Selain krim, kojic acid juga dapat dijumpai dalam bentuk sabun, bahkan sediaan injeksi. Tentu saja, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana senyawa ini akan bereaksi dengan tubuh. Mereka yang mengalami kepekaan mungkin perlu untuk menggunakannya lebih jarang dan mengevaluasi kembali penggunaannya.
0 komentar:
Posting Komentar