Pages

Tampilkan postingan dengan label bisnis properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis properti. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2015

Bisnis Properti dan Property Bisnis dengan Kredit Tanpa Angsuran

Great Salute! Luar biasa. Dengan ilmu dan pengetahuan yang dangkal, bermodalkan studi kasus pengalaman, seseorang, semacam Tuan Cipti Jiniidi dan Nyonya Inni Similikiti, bisa menjual dirinya laku keras dan meraih untung besar dengan modal pidato retorika. Iming-iming kaya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan dengan modal senilai "sesajen" dukun, menjadi jurus ampuh menaklukkan khlayak untuk melabuh kepercayaan dan keyakinan pada arahan-arahannya.
Minggu lalu saya mendengar siaran radio PRFM Bandung, suatu talkshow promosi seminar tentang "Mengubah Utang Jadi Aset". Tentu saja saya dan sekira 25 pendengar lainnya tertarik karena disebutkan bahwa dengan Rp100.000 kita akan mendapatkan 9 formula cepat kaya. Pembicaranya Anne Rosniawati, SE (selalu minta gelarnya disebutkan), mengatakan akan membagikan "ilmu" yang membuat dia, yang sempat sengsara secara ekonomi dan sosial, hingga ingin bunuh diri, bangkit dan meraih kemakmuran seperti yang ia impikan sejak muda. Saya tertarik karena acara serupa oleh Cipti Jiniidi harganya Rp5jutaan bahkan lebih.

Saya bersama 70 peserta lainnya mengikuti seminar itu hari ini, Selasa, 24 Maret 2015, di Hotel Park, Bandung. Acara dibuka dengan sesi inisiasi oleh Mr. Jaswa, sampel orang sukses setelah mengikuti "ilmu" dari Anne, yang menyatakan diberi gelar The Queen of Cashback. Setelah sesi pemanasan dan penjinakkan, Jaswa mengundang Anne.
Lebih dari 1 jam Anne, dengan bahasa pengantar campuran  Indonesia dan sunda, menceritakan kehidupan masa lalunya. Mulai dari sebagai siswa cerdas, kisruh rumah tangganya 2 kali kandas pernikahannya, sukses karir berdagang dan menjadi agen asuransi top dan diangkat menjadi pemimpin cabang, hingga ingin bunuh diri sebagai solusi atas masalah rumahnya yang akan disita bank.
Inti dari sesi ini adalah menyentuh kepekaan emosional para hadirin. Setengah jam sebelum acara berakhir, barulah Anne memberikan 1 studi kasus prestasi bisnisnya, yaitu memperbesar utang dari rumahnya yang berstatus gagal ngangsur. Utang bank tambahan itu, selain melunasi rumahnya yang sudah berstatus kasus, juga dapat membeli tanah dan membangun 7 rumah ukuran 8x6 m2, dalam tempo 50 hari. Sambil proyek pembangunan rumah berjalan, dengan berbekal brosur, Anne bercerita dia mampu menjual 4 rumah tersebut. Utang-utang lunas, malah mendapatkan laba. Luar biasa. Hanya sebegitu isi seminarnya!
Anne berjanji akan mengupas 8 formula rahasia lainnya dalam workshop, besok, dengan tarif Rp3juta dibayar sekarang, atau Rp3,5 juta jika dibayar pada saat acara. Saya memilih tidak mengikuti workshop dengan pertimbangan keyakinan bahwa "ilmu"nya pasti lah sesuatu yang sudah umum dengan menjadi pengetahuan dasar. Kesuskesannya sangat PERSONAL dan SITUASIONAL. Sedalam apa pun kita mempelajari, kesuksesan yang dijanjikan bakal diraih akan bertemu dengan angka statistik 1 berbanding sejuta orang, mungkin lebih kecil lagi peluangnya.
Namun demikian, kami beberapa peserta, di antaranya pernah beberapa kali mengikuti acara serupa, berkomitmen cukup mengirimkan "perwakilan" atau intelijen (bisnis). Kami bersepakat akan membentuk kelompok diskusi bisnis properti untuk saling berbagi informasi.
Jadi bagi Anda yang masih penasaran, tunggulah tulisan saya berikutnya, sebagai hasil dari pertemuan komunitas bisnis yang terbentuk gara-gara acara seminar begini. Tetap besar untungnya karena memperluas silaturahmi.

(bersambung)